Bisa Gak Sih, Hasil Kerja AI Konsisten Tanpa Prompt Panjang Berulang?
Kamu masih cari-cari prompt di internet, atau bolak-balik pakai dua AI cuma untuk minta dibuatkan prompt yang efektif? Dan tiap buka chat baru, harus nempel prompt panjang lagi supaya hasilnya konsisten?
Dulu saya juga begitu. Tapi sejak kenal fitur Cowork di Claude, cara prompting saya sedikit berubah.
Dan ini tidak hanya terjadi pada saya. Mungkin Kamu ingat beberapa waktu lalu prompt itu begitu hype sampai ada yang menjualnya di internet. Dan lebih ajaib lagi, ada yang beli.
Masalah prompt itu sebenarnya masalah komunikasi
Dari yang banyak saya temui, masalah seseorang pada prompt seringkali masalah komunikasi. Persis kayak orang pacaran, yang ceweknya berharap cowoknya ngerti isi kepalanya.
Sama dengan manusia, AI tetap butuh konteks yang jelas agar bisa menghasilkan output yang kita inginkan. Semakin kaya akan konteks, semakin mengerucut outputnya mendekati apa yang kita mau. Sebaliknya, semakin pelit kita menjelaskan, semakin generic jawaban yang diberikan.
Claude Cowork dengan Skills, Connectors, dan Instruction-nya di sini menjadi pembeda. Dan ini berdasarkan pengalaman saya pribadi.
Use case: laporan performa store di 3 area
Jadi ceritanya saya punya satu use case, membuat laporan performa store di 3 area. Datanya sendiri sudah saya simpan dulu ke Google BigQuery melalui n8n.
Kebetulan Claude punya Connectors ke Google BigQuery, lalu saya sambungkan agar Claude bisa membaca dan melakukan agregasi dari data tersebut.
Dan voila, hasilnya jauh lebih baik dibandingkan waktu Claude saya berikan spreadsheet datanya. Karena data sudah bisa diakses dengan lebih baik, saya minta Claude untuk membuatkan laporannya.
Tapi ternyata dari sini belum sempurna. Saya lupa mengkomunikasikan bahwa kami punya font sendiri, brand guideline, dan saya butuh header dengan font tersebut serta tanggal dibuatnya laporan.
Akhirnya setelah beberapa perbaikan, saya mendapatkan format dan bentuk laporan yang saya inginkan.
Dari hasil kerja, jadikan Skills
Dan di sinilah Claude punya sebuah kemampuan, yaitu menjadikan tugas yang berhasil ini menjadi sebuah Skills.
Pertama kali mencoba fitur ini, menurut saya ini adalah sebuah ide cemerlang dari Claude. Kita tidak perlu lagi mencari dan mengambil prompt dari internet atau bahkan membelinya. Kita cukup meminta Claude bekerja dan melakukan iterasi dari hasil kerjanya sampai mendapatkan hasil yang diinginkan, lalu menjadikan itu sebuah Skills.
Lalu, apa sih itu Skills di Claude? Pada dasarnya isinya hanyalah SOP. Kurang lebih informasi seperti kapan dipakai, bagaimana menggunakannya, apa saja tools yang harus dipakai, kalau mengolah data bagaimana cara menghitungnya.
Jika kita telaah, kurang lebih proses tadi mirip kita membangun sebuah usaha baru dengan seorang karyawan baru. Minta dia mengerjakan tugas; ketika tugas tersebut selesai dan hasilnya seperti yang kita inginkan, jadikan SOP, sehingga untuk pekerjaan selanjutnya kita tidak perlu mengajarkan si karyawan ini lagi.
Jadi, kini jika Kamu menggunakan Claude, sejatinya cara prompt engineering lama dengan menulis prompt panjang mungkin tidak lagi relevan. Cukup kasih tugas, iterasi, dapat hasil yang diinginkan, lalu jadikan Skills.